EfSD

Education for Sustainable Development biasanya juga dikenal dengan sebutan EfSD.  Kira-kira, arti pendek dari EfSD itu adalah konsep pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan. 

EfSD adalah konsep pendidikan yang berkelanjutan atau pendidikan yang mempunyai wawasan dan konsep yang lebih luas daripada sekadar pendidikan tentang lingkungan. Hal ini bukan tentang pendidikan pengembangan berkelanjutan, melainkan pendidikan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan dengan memberi kesadaran dan kemampuan untuk pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang.

Perlu dibedakan antara  pendidikan tentang pengembangan berkelanjutan dan pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan.

Kata pertama mempunyai makna  pembelajaran untuk kesadaran atau pembahasan secara teoritis.

Sedangkan kata yang kedua, pendidikan digunakan sebagai upaya, sebagai alat atau cara untuk mencapai sustainibilitas. Tentu saja yang dimaksud bukan hanya sekedar pembahasan secara teoritis.

Ide tentang EfSD pertama kali dicetuskan oleh Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan rektor United Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen UN. EfSD lahir dilatarbelakangi kondisi dunia yang menghadapi persoalan makin kompleks.

Hal ini terlihat dari makin meningkatnya pertumbuhan populasi dunia melebihi kapasitas produktivitas natural bumi. Semakin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi, melahirkan sejumlah masalah besar dalam hal globalisasi, perdagangan, lingkungan, pembangunan, dan kemiskinan. Melalui EfSD diharapkan terbangun kapasitas komunitas atau bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development.

EfSD terbagi menjadi 3 pilar. Setiap pilar mempunyai dimensinya masing-masing, yaitu :

  1. Ekonomi, yang meliputi  Pertumbuhan berkesinambungan, Kesetaraan hak dan kesempatan, Keseimbangan produksi dan konsumsi, dll.
  2. Lingkungan/Ekologi, yang meliputi Keseimbangan beberapa system, WEHAB (water,energy,health,agriculture,biodiversity), dll.
  3. Sosial termasuk Politik budaya, yang meliputiHarmoni, selaras dan empati, Demokrasi, partisipasi, Keadilan sosial : ras,gender,kelas sosial tertentu,dll., Diversitas kultur dan budaya, Pengembangan Sains & Teknologi ramah lingkungan, dll.

Fungsi dan manfaat EfSD :

  1. Terbangun kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development, yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan ekosistem.
  2. Mendidik manusia agar sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggungjawab, dan mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata.
  3. Menumbuhkan komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman dan nyaman, baik sekarang maupun di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s